Mengapa Ketika Tertimpa Kesusahan Harus Ridha

MENGAPA KETIKA TERTIMPA KESUSAHAN HARUS RIDHA

RIDHA dengan Allah Swt sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan ridha dengan Muhammad Saw sebagai nabi panutan dan teladan, ridha dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah Swt bagi hamba-hamba-Nya dengan mengharamkan apa yang diharamkan, mewajibkan apa yang diwajibkan.

Ridha dengan qadha dan qadar-Nya dan memuji-Nya dalam keadaan senang maupun susah, dan meyakini bahwa hal tersebut mengandung hikmah, meskipun hal yang ditaqdirkan oleh-Nya menyakitkan.

Apabila dikatakan, mengapa seorang hamba tetap dianjurkan untuk ridha dan memuji Allah Swt atas kesusahan. Ada 2 alasan untuk menjawabnya:

1. Kita harus mengetahui bahwa Allah Swt membuat segala sesuatu yang Allah Awt ciptakan sebaik-baiknya. Kita harus ridha dengan apa yang menjadi firman-Nya, dan semuanya mengandung hikmah.

2. Allah Swt lebih mengetahui kemashlahatan kita dan hal-hal yang lebih bermashlahat bagi diri kita. Yang jelas pilihan Allah Swt buat kita lebih baik daripada pilihan kita buat diri kita sendiri. Nabi bersabda:
"Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam gengaman kekuasaan-Nya, tidaklah sekali-kali Allah menetapkan sesuatu bagi orang mukmin, melainkan sesuatu itu lebih baik baginya." (HR. Ahmad)

Hal tersebut itu tidak dijumpai, kecuali hanya dalam diri orang mukmin.

"Sungguh telah merasakan hakikat iman, seseorang yang ridha kepada Allah sebagai Tuhannya." (HR. Tirmidzi)
"Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi panutanku." (HR. Muslim)

=============
JAGAT SYAFAAT
Facebook: @jagatsyafaat
Instagram: @jagatsyafaat
=============
Bagi yang membagikan tulisan sederhana ini, semoga diberikan keberkahan hidup.

Komentar