SYAIR IMAM SYAFI'I MENJELANG KEMATIANNYA
KETIKA Imam Syafi'i sakit menjelang ajal menjemput, ia ditanya: "Wahai Abu Abdullah, bagaimanakah keadaanmu?
Imam Syafi'i menjawab, "Kini aku akan pergi meninggalkan dunia ini, berpisah dengan saudara-saudaraku, dan segera mereguk gelas kematian."
"Akan tetapi, aku tidak tahu apakah ruhku nanti digiring ke surga atau ke neraka. Jika ke surga, maka aku akan mengucapkan selamat kepadanya: namun jika digiring ke neraka, aku berbela sungkawa terhadapnya," lanjut Imam Syafi'i
Lalu ia mengatakan melalui bait syair berikut:
Manakala kalbuku mulai melemah
dan semua upayaku menemui jalan buntu
Aku jadikan harapan beroleh pemaafan dari-Mu
sebagai tanggaku
Dosa-dosaku terasa sangat besar
tetapi manakala kubandingkan dengan pemaafanmu
wahai Tuhanku, ternyata pemaafanmu jauh lebih besar
"Barangsiapa merindukan perjumpaan dengan Allah, niscaya Allah pun rindu berjumpa dengannya."
(HR. Bukhari)
=============
JAGAT SYAFAAT
Facebook: @jagatsyafaat
Instagram: @jagatsyafaat
KETIKA Imam Syafi'i sakit menjelang ajal menjemput, ia ditanya: "Wahai Abu Abdullah, bagaimanakah keadaanmu?
Imam Syafi'i menjawab, "Kini aku akan pergi meninggalkan dunia ini, berpisah dengan saudara-saudaraku, dan segera mereguk gelas kematian."
"Akan tetapi, aku tidak tahu apakah ruhku nanti digiring ke surga atau ke neraka. Jika ke surga, maka aku akan mengucapkan selamat kepadanya: namun jika digiring ke neraka, aku berbela sungkawa terhadapnya," lanjut Imam Syafi'i
Lalu ia mengatakan melalui bait syair berikut:
Manakala kalbuku mulai melemah
dan semua upayaku menemui jalan buntu
Aku jadikan harapan beroleh pemaafan dari-Mu
sebagai tanggaku
Dosa-dosaku terasa sangat besar
tetapi manakala kubandingkan dengan pemaafanmu
wahai Tuhanku, ternyata pemaafanmu jauh lebih besar
"Barangsiapa merindukan perjumpaan dengan Allah, niscaya Allah pun rindu berjumpa dengannya."
(HR. Bukhari)
=============
JAGAT SYAFAAT
Facebook: @jagatsyafaat
Instagram: @jagatsyafaat

Komentar
Posting Komentar