“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah
menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan
yang beraneka macam jenisnya. dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis
putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.”
(QS. Al Fathir: 27).
GUNUNG adalah satu objek
fenomena alam yang selalu menarik untuk dinikmati. Begitupun bagi pada seniman,
penyair dan pelukis tak jarang menjadikannya tema menarik untuk
diaktualisasikan. Warnanya yang biru kehijauan semakin memanjakan setiap mata
yang memandangnya untuk terus menatapnya, terlebih bagi yang kesehariannya
telah jenuh dengan kebisingan suasana kota.
Ya, selama ini kita
memahami bahwa gunung lebih dekat dengan warna hijau karena efek daun hijau
pepohonan yang menyelimutinya. Namun ternyata tak semua gunung demikian.
Seperti apa yang dikatakan Al qur’an pada ayat di atas, di dunia ini ada gunung
yang bercorak tak satu warna, tetapi warna-warni yang tentu membawa decak kagum
ketika menyaksikannya. Menjadi semakin indah karena gunung itu tak banyak
dicipta.
Ayat ini melanjutkan uraian
tentang bukti-bukti kuasa Allah Swt. Ia mengajak setiap orang dengan
menggunakan gaya pertanyaan untuk berpikir dan memperhatikan. Menurut tim
penyusun tafsir al-muntakhab, kemukjizatan ayat ini dari segi ilmu pengetahuan
bukan saja tampak ketika ia menyebutkan bahwa warna gunung yang bermacam-macam
itu disebabkan adanya perbedaan materi-materi yang dikandung oleh bebatuan
gunung-gunung itu. Jika materinya besi, maka warna dominannya adalah merah:
jika materinya batu bara, maka warna dominannya hitam: jika materinya perunggu,
maka gunung tersebut berwarna kehijau-hijauan: dan seterusnya.
Tidak hanya sampai disitu,
kemukjizatan ayat ini sebenarnya sangat menonjol ketika ia mengaitkan adanya
berbagai jenis buah-buahan meskipun pepohonannya disiram dengan air yang sama,
dengan penciptaan gunung-gunung yang beraneka warna merah, putih, atau hitam
meskipun juga berasal dari satu materi yang sama didalam perut bumi. Materi
ini, oleh para geolog, dinamakan magma yang muncul di berbagai kawasan bumi.
Akan tetapi, karena kemunculan magma itu dari kedalam yang berbeda, maka
kandungannya menjadi berbeda pula. Magma yang berproses dari kedalaman yang
berbeda, pada akhirnya, mengkristal membentuk gundukan-gundukan atau
gunung-gunung yang beraneka ragam warna dan materinya.
Danxia
Cina
Gunung yang terletak di Zhangye
Danxia, provinsi Gansu, Cina, tampak seperti hamparan pelangi karena itu
orang menyebutnya ‘rainbow mountain’. Gunung warna-warni seperti pelangi ini
terbentang di wilayah barat daya dan tenggara Cina. Lanskap menakjubkan ini
disebut Gunung Danxia, hasil fenomena geologi yang diperkirakan mulai terbentuk
sejak puluhan juta tahun lalu, zaman Cretaceous.
Warna-warni di Danxia kini
menjadi hit di jagat maya, setiap posting dari orang yang pernah berkunjung ke
tempat ini dianggap hoax ataupun palsu. Memang cukup sulit percaya melihat alam
yang bisa seindah ini, seolah-olah lukisan impresionis Sang Pencipta.
Gunung pelangi seluas 300
kilometer persegi ini merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological
Park yang terletak di provinsi Gansu, China. Bukit dan lembahnya terdiri dari
lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning.
Meskipun demikian, di sana
tidak ditemui tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.
Fenomena alam yang menakjubkan ini merupakan contoh geomorfologi petrografi
yang terbentuk karena kondisi lingkungan.
Menurut Telegraph, warna-warni
perbukitan yang menakjubkan tersebut berasal dari batuan pasir merah dan
mineral yang terbentuk sejak Periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu. Gunung
ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi
cuaca dan pencahayaan matahari. Warna-warni gunung ini akan semakin kontras
jika turun hujan pada hari sebelumnya.
Brennisteinsalda
Islandia
Menurut situs Atlas of
Wonders, Brennisteinsalda adalah bukit dengan kondisi alam unik yang terdapat
di Landmannalaugar, Islandia. Bukit ini merupakan bagian dari Fjallabak Nature
Reserve. Tanah di perbukitan ini mengandung sulfur, sesuai dengan namanya yang
berarti ‘gelombang sulfur’.
Bukit di Brennisteinsalda
memiliki warna-warni yang menakjubkan, yaitu hijau, hitam, merah, kuning, dan
biru. Warna hitam dan biru berasal dari lava dan abu. Warna merah berasal dari
kandungan besi pada tanah yang meliputi gunung. Sementara nuansa hijau berasal
dari lumut yang melapisi bebatuan di sana. Gunung ini merupakan salah satu
tempat dengan pemandangan alam paling indah di Islandia. Karena itu gambarnya
sering muncul di berbagai majalah dan kalender.
Kedua fenomena ini tercatat
jelas di dalam Alqur’an 1400 tahun yang lalu dengan Nabi Muhammad Saw sebagai
pembawa risalah-Nya. Meski Nabi Saw sendiri belum sama sekali pergi ke gunung
tersebut namun Allah yang telah mencatatnya dalam Alqur’an. Al-Qur’an menjadi
mukjizat menakjubkan yang akan terus terungkap, diantaranya lewat ilmu pengetahuan
hingga akhir zaman. (Alfin Hidayat/Majelis Jagat Syafaat)

Komentar
Posting Komentar